Share dulu ya sob
Facebook
Google+
Twitter
Ketua Dewan Pembina yang juga capres Partai Gerindra Prabowo Subianto JAKARTA - Calon Presiden Prabowo Subianto digadang-gadang akan berduet dengan Aburizal Bakrie (Ical). Banyak, kalangan yang mencibir duet keduanya. Pasalnya, jika terjadi justru Prabowo yang akan mendulang kerugian besar.
"Kalau kita ajukan skenario dua capres tanpa cawapres, posisi Prabowo itu masih dibawah Joko Widodo (Jokowi). Setidaknya begitu hasil surveinya. Nah, lalu coba kita munculkan skenario cawapres untuk masing-masing mereka. Misal, Jokowi dengan Mahfud atau dengan JK, sedangkan Prabowo dengan Ical. Maka yang terjadi kemudian adalah gap-nya akan semakin tinggi," ungkap Direktur Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma), Said Salahudin kepada Okezone, Rabu (7/5/2014).
Dia menambahkan, elektabilitas Prabowo akan lebih anjlok lagi. Sebab, elektabilitas Mahfud dan JK masih berada di atas Ical. "Masuknya Mahfud atau JK dapat mendongkrak Jokowi, sementara kehadiran Ical tidak memberi pengaruh yang signifikan bagi Prabowo," tegasnya.
Said mengaku, elektabilitas Ical itu sudah sulit untuk ditingkatkan. Perolehan suara Golkar di pemilihan umum legislatif (pileg) berdasarkan hitung cepat sudah mengonfirmasi hal tersebut.
"Tidak ada Ical effect bagi Golkar. Nah, menjadi lebih runyam lagi jika Prabowo berduet dengan Ical, tetapi kemudian Golkar justru pecah atau kembali ke tradisi politiknya, yaitu bermain dua kaki seperti pada Pilpres-Pilpres sebelumnya," terangnya.
Menurut dia, saat ini posisi Prabowo serba salah. Pasalnya, kalau pun Prabowo dipasangkan dengan pimpinan parpol lain, misal dari PAN atau PKS, tetap saja tidak mengangkat elektabilitasnya.
"Mahfud dan JK masih lebih diminati oleh pemilih dibandingkan dengan para pimpinan parpol itu. Jadi, untuk bisa menandingi Jokowi, Prabowo harus punya cawapres yang super. Dalam pandangan saya, salah satu yang super itu adalah Abraham Samad. Mengapa? Karena elektabilitas dan daya tarik Samad jauh melampaui pimpinan parpol yang lain," paparnya.
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), lanjut Said, berpotensi mengungguli Mahfud atau JK. "Keberhasilan KPK di bawah Samad yang telah menciduk banyak koruptor bisa menarik minat pemilih. Kalau Prabowo bisa menggaet Samad dan di sisi lain mampu membuat teman-teman koalisinya untuk mengalah, maka dia punya peluang menang melawan Jokowi," tuntasnya.(fid) (ahm)
Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.