Share dulu ya sob
Facebook
Google+
Twitter
Adhie Massardi (Foto: Okezone) JAKARTA - Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB), Adhie Massardi, menilai pelaksanaan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014 masih semerawut. Pileg tahun ini diwarnai sandiwara politik yang penuh intrik dan menegangkan masyarakat.
”KPU tampaknya membuat pemilu ini sebagai sandiwara politik yang penuh intrik dan menegangkan penontonnya,” kata Adhie saat dihubungi Okezone, Kamis 8 Mei 2014 malam.
Namun, lanjut dia, pada akhirnya hasil rekapitulasi suara nasional akan diumumkan setidaknya pada Jumat malam.
“Meskipun faktanya pileg di mana-mana berjalan dengan karut-marut, pada akhirnya KPU bisa mengumumkan hasilnya yang disepakati oleh semua kontestan,” imbuh mantan Juru Bicara Presiden Abdurrahman Wahid itu.
Ia memperkirakan, hasil rekapitulasi nasional tidak akan jauh berbeda dengan versi hitung cepat (quick count) sejumlah lembaga survei. Sehingga, sebenarnya sudah jelas deretan parpol pemenang.
“Ujungnya adalah melegitimasi politik hitung cepat yang tak akan dipertanyakan, apalagi diaudit metoda dan kinerjanya,” ungkapnya.
Terkait Pemiilihan Presiden Juli mendatang, Adhie menyarankan agar ada mekanisme yang mengatur lembaga-lembaga survei dalam melakukan hitung cepat.
“Pada pilpres nanti, lembaga pembuat quick count harus sudah disepakati oleh para kontestan. Tidak boleh lagi ada yang liar seperti pada pileg. Sebab kita tidak pernah tahu desain yang dilakukan para penyelenggara quick count itu,” cetusnya.
Lembaga survei di luar yang disepakati para kontestan pilpres, harus dianggap liar. “Bahkan penyelenggaranya harus diberi sanksi pidana,” usulnya.
(ton)
Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.