Share dulu ya sob
Facebook
Google+
Twitter
JAKARTA - Rencana Aburizal Bakrie (Ical) banting harga dari calon presiden menjadi calon wakil presiden akan menimbulkan gejolak di internal Golkar. Pasalnya, suara Partai Golkar diperkirakan lebih tinggi daripada Gerindra.
Politikus senior Partai Golkar, Zainal Bintang, mengatakan terobosan Ical mau ijab kabul dengan calon Presiden dari Gerindra, Prabowo Subianto tanpa melalui rapat pimpinan nasional (Rapimnas) bisa jadi bumerang.
"Kasus Ketum PPP Suryadharma Ali bisa terulang pada diri ARB", kata Bintang saat berbincang dengan Okezone, Selasa (6/5/2014).
Bahkan, menurut dia, bila keinginan tersebut tetap dipaksakan maka tidak menuntup kemungkinan Ical akan dipermalukan kader partai berlambang pohon beringin itu.
"Artinya bisa dipermalukan di Rapimnas," ujar Wakil Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) Ormas MKGR itu.
Buktinya, lanjut dia, dalam pertemuan antara Hasta Karya yang dihadiri delapan Ormas dan sayap partai seperti AMPG dan KPPG di Menteng, Jakarta Pusat, Senin 5 Mei 2014, Ical dipaksa menerima rekomendasi yang mengharuskan DPP Golkar segera mengadakan Rapimnas pertengahan Mei ini.
"Nah, segala sesuatu yang mau diperbuat ARB dan ring 1-nya harus disetujui Rapimnas. Ormas juga menuntut DPP supaya dalam Rapimnas nanti unsur Ormas Golkar minta ikut jadi peserta dan ikut pembahasan di Rapimnas," kata dia.
Disamping itu dia juga meminta supaya dalam Rapimnas nanti unsur DPD II sebanyak l.457 diikutsertakan sebagai peninjau. "Itu berarti dalam Rapimnas juga banyak rintangan yang harus dilalui ARB untuk menggolkan konsepnya," tegas dia.
Rapimnas yang lalu, menurutnya, hanya diikuti 33 DPD Tingkat I. Tapi, Rapimnas Mei yang akan datang, medannya akan berat buat Ical.
Bintang mengimbau Ical untuk tidak larut dengan usulan tim suksesnya. "Karena bisa-bisa menyesatkan, lantaran terlalu rakus mau berkuasa," pungkasnya, (trk)
Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.