Share dulu ya sob
Facebook
Google+
Twitter
Ketum serta capres Partai Golkar Aburizal Bakrie (kiri) dan Ketua Dewan Pembina yang juga capres Partai Gerindra Prabowo Subianto JAKARTA – Pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN), Pangi Syarwi Chaniago, menilai elektabilitas calon presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto sudah mencapai titik klimaks. Sehingga, berbahaya jika salah memiliki calon wakil presiden (cawapres).
“Head to head cawapres Jokowi dan Prabowo, salah mengandeng cawapres maka wassalam. Sekarang itu adu siapa yang hebat mencari cawapresnya. Jokowi maupun Prabowo elektibilitasnya sudah pada titik klimaks,” kata Pangi saat berbincang dengan Okezone, Selasa (6/5/2014) malam.
Pangi menuturkan, dalam posisi saat ini Prabowo kurang lihai mencari cawapres yang tepat. Apabila, Prabowo, mengusung Aburizal Bakrie (Ical) menjadi cawapres, justru dapat menurunkan elektibilitasnya.
“Jika Jokowi menggandeng Jusuf Kalla (JK) atau Mahfud MD tetap menang mengalahkan Prabowo. Kemudian jika Prabowo menggandegn Ical sudah alamat (Prabowo) kalah besar. Ical punya masalah masa lalu seperti kasus lumpur lapindo,” terang Pangi.
Pangi menambahkan, Ical tak mampu menutupi kelemahan Prabowo dan akan mengancam penurunan kewibawaan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra tersebut.
“Prabowo harus benar benar memastikan kembali dan memikir ulang terkait niatnya mengandeng ical jadi cawapresnya. Prabowo harus memastikan cawapres yg mampu menutupi kelemahannya. Kalau itu bisa dilakukan Jokowi mencari pasangan cawapres yang bisa menambal kekurangannya maka Jokowi berpotensi menang satu putaran,” tutupnya.(fid) (ahm)
Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.