Share dulu ya sob
Facebook
Google+
Twitter
Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone) JAKARTA - Peta pertarungan pemilu presiden 9 Juli nanti semakin mengerucut. Semula beberapa partai yang mencalonkan capres sendiri mulai menurunkan "pangkat"nya dari capres menjadi cawapres. Sehingga diprediksi pertarungan capres PDI Perjuangan Joko Widodo (Jokowi) versus Capres Gerindra Prabowo Subianto akan sengit.
Apalagi sikap politik Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie (Ical) sudah rela "menurunkan" pangkat dari capres menjadi cawapresnya.
Namun, mungkinkah muncul poros ketiga pada Pilpres nanti? Pengamat politik dari Universitas Mercubuana, Heri Budianto, menilai poros ketiga itu tergantung Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Heri yakin SBY akan membuat poros sendiri. Pasalnya, sikap diam SBY selama ini hanya untuk membaca peta koalisi yang mulai dibangun Gerindra, Golkar, dan PDIP.
"Poros berikutnya tergantung SBY, saya kira peluang itu ada, SBY bisa ngajak PAN. Kalau Gerindra-Golkar kan sudah 80 persen, jadi sudah cukup suaranya," jelas Heri saat berbincang dengan Okezone, Rabu (7/5/2014).
Menurut dia, poros ketiga yang akan dibangun SBY cukup besar peluangnya. Dimana, SBY bisa merangkul kembali PAN dan PKS.
"Kansnya itu menunggu saja. Demokrat juga besar karena dapat 10 persen. Paling PAN dan PKS yang mungkin bisa bergabung dengan Demokrat di poros ketiga ini. Sedangkan PPP sudah pasti pecah karena ada yang mau ke PDIP dan Gerindra," kata Direktur Political Communication Institute (PolcoMM Institute).
"Sepertinya kalau enggak jadi kayaknya ke Gerindra. Feeling saya Demokrat akan buat poros sendiri," tegas dia. (hol)
(mbs)
Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.